65c. Fatahilah di perintah menolong misi Maulana Hasanuddin

  • Gunung sepuh Pajajaran, cucuDipati Surosowan Pangeran Maulana Hasanuddin

Berhari-hari setelah bersama Maulana Hasanuddin menguasai Banten, Fatahilah kedatangan utusan dari Sultan Trenggono. Utusannya ialah Ratu Ayu Pembayun, isterinya yang datang bersama prajurit Demak.

Ratu Ayu Pembayun nampak tersenyum. Dan menyampaikan pesan keputusan dari Ki Sunan Gunung Jati dan Sultan Trenggono, bahwa Maulana Hasanuddin di angkat menjadi Sultan Banten.

Ratu Ayu Pembayun juga menyampaikan pesan dari Ki Sunan Gunung Jati, bahwa tugas Fatahilah kini di angkat sebagai Penasihat Sultan Banten.

Ayahanda Ki Sunan Gunung Jati telah berpesan pada putera sulungnya, Maulana Hasanuddin, supaya membangun komplek istana Banten, untuk menguatkan kedudukannya : meliputi komplek istana Surosowan   (  sesuai nama kakeknya Sang Surosowan Dipati Banten dari ibunya), pendirian masjid dengan atap limas, berarti ajaran 5 rukun Islam, dan tiamah masjid Banten,  halaman/ alun-alun istana Surosowan, pelabuhan kapal istana Surosowan, dan benteng kota Banten.

Dan Fatahilah juga di tugaskan untuk membantu Maulana Hasanuddin.  Tugasnya kini lebih ringan, tidak  sebagai Panglima di misi perang.

English: The grave of Maulana Hasanudin, Sulta...

English: The grave of Maulana Hasanudin, Sultan of Banten (1552-1570) Bahasa Indonesia: Repronegatif. Makam Maulana Hasanudin, Sultan Banten (1552-1570) Nederlands: Repronegatief. Het graf van Maulana Hasanudin, Sultan van Banten in the periode 1552-1570 Basa Sunda: Répronégatif. Pasaréan Maulana Hasanudin, Sultan Banten (1552-1570) (Photo credit: Wikipedia)

Inilah cerita proses pembangunan pertama Komplek istana kasultanan Banten/ komplek Banten lama.

Raden Iman dari Mojopahit juga datang ke Banten. Ia datang untuk membantu sebagai arsitek membangun masjid Banten.

Adapun Fatahilah juga ikut mengerjakan pembangunan Tiamah masjid Banten. Maka Tiamah Masjid Banten juga di maksudkan sebagai menara pengawas, dan sekalian gudang senjata dan amunisi.

Fatahilah juga mengawasi pembangunan benteng sekeliling Banten. Di samping Fatahilah menyumbangkan keahliannya membangun kapal-kapal. Dulu di pelabuhan Semarang, Kepala ahli teknik pembuatan kapal Demak ialah Ki Sunan Kalijga  ( cucu Gan Eng Chu, kapten kapal Chengho) yang telah lama bekerja sejak masa Sultan Yunus. Tapi setelah kedatangan Fatahilah, juga mempengaruhi pembuatan kapal-kapal korap Demak. Kapal buatan Fatahilah ramping dan cepat, bak kapal armada Samudera pase/ Sriwijaya yang juga ahli maritim masa dulu. Kelak bibit peninggalan Fatahilah juga berbuah hasil kapal-kapal Banten yang cepat.

Kemudian penduduk sekitar di undang untuk perekrutan anggota prajurit kasultanan Banten.

Pagelaran pun di buka. Prajurit-prajurit memperlihatkan kemampuan bela dirinya. Seperti bela diri kebal senjata, ketangkasan silat, menggunakan senjata, berkuda, dll.

Penduduk sekitar ada yang tertarik. Mereka pun ikut di latih untuk menjadi prajurit kasultanan Banten. Sebagai tambahan pasukan penjaga benteng di Banten.

Karena Fatahilah kemudian akan mendapat misi berikut.

  • Misi merebut pelabuhan Sunda Kelapa dan kota Surakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s