Jurnal Petualangan Agen Komik 005-Surosena:Perjuangan Kemerdekaan: Bumpy Johnson dan Mafia Harlem

Surosowan Tb Arief Z-flamming art
Font Satria Surosena. By Tb Arief Z-flamming art
Surosowan Tb Arief Z-flamming art
Sket-1. Cover Perjuangan Merdeka. By Tb Arief Z-flamming art
English: Dutch Schultz 1935

Arthur Dutch Schultz Flagenheimer

Bumpy Johnson keluar dari penjara setelah membunuh orangnya sindikat Dutch Schultz

http://wp.me/s2672d-122

Bumpy Johnson baru di keluarkan dari penjara, setelah perselisihannya dengan kelompok mafia besar, Dutch Schultz atau Arthur Flagenheimer. Ia membunuh anggota Dutch Schultz.

Bumpy Johnson kembali ke kelompoknya Madame Q. Kelompok Madame Q ini adalah kelompok penjuan lotere undian yang terdiri dari kulit hitam/ peranakan Afrika di Amerika, tepatnya di kawasan Harlem.

Kawasan warga Afro yang di cap buruk, terbelakang akibat manipulasi dan di kuasai sindikat Dutch Schultz, di Amerika Serikat. Dutch Schultz ini sebetulnya orang Yahudi bernama Arthur Flagenheimer. Tapi kemudian menjadi bos mafia  yang licik dan kapital memonopoli. Bahkan dengan kolusi kelompok sindikat dengan pejabat pemerintah di belakangnya. Juga di bekingi polisi korup, dan kolusi sindikatnya.

Karena susahnya mencari lapangan kerja, dan hidup normal akibat di tekan sindikat Dutch Schultz, membuat Madame Q dan kelompok nya warga Afro membuat usaha lotere undian. Tapi usahanya pun di tekan dan malah di bajak oleh sindikat Dutch Schultz, lantaran kawasan Harlem juga strategis sebagai lapangan usahanya ikutan membuka bisnis lotere undian.

Dutch Schultz
Dutch Schultz (Photo credit: Wikipedia)

Tapi Dutch Schultz ini juga yang memulai dengan cara monopoli dan kekerasan, bahkan sindikatnya bersenjata. Ia juga mempekerjakan antara polisi kulit putih (waktu itu polisi dominan kulit putih), anggota kulit putih dan kelompok gang Afro yang kuat.

Bumpy Johnson mulanya ketika kembali pada Madame Q di terima dengan ramah, bahkan dengan teman-temannya.

Suatu ketika, kelompok Madame Q di undang oleh bos elit Dutch Schultz. Mulanya di tawarkan bermitraan, tapi juga dengan bagi hasil yang di rasa tidak adil, Dutch Schultz mesti dapat 80 %, atau ancaman dengan memperlihatkan kantung zakar salah satu anggota Madame Q, yang di potong oleh sindikatnya.

The Last Words of Dutch Schultz
The Last Words of Dutch Schultz (Photo credit: Wikipedia)
Photo of Ellsworth Raymond
Photo of Ellsworth Raymond “Bumpy” Johnson (October 31, 1905 – July 7, 1968), an African-American mob boss and bookmaker in New York City’s Harlem neighborhood. (Photo credit: Wikipedia)

Kelompok Madame Q dan kelompok Dutch Schultz sempat bertodong-todongan senjata di meja transaksi.

Dutch Schultz sambil tertawa menang menyindir pada Bumpy Johnson.  Tapi Bumpy Johnson menimpali balik,” Oh yeah tunggu saja nanti.”

Suatu hari, Madame Q mengajak anggotanya menonton pertunjukan seni opera.

Di tengah jalan, tiba-tiba kendaraannya di stop polisi. Bahkan di depannya nampak truk kendaraan berlabel polisi.

Tiba-tiba saja si polisi mengarahkan senapan mesin, dan dari mobil, juga truk keluar anggota sindikat menembaki ke arah mobil Madame Q dan pengawalnya.

Pengawal utama dan kesayangan Madame Q yang duduk di kursi depan mobil Madame Q turut langsung membalas tembakan. Beberapa anggota sindikat tertembak olehnya,,,tapi tubuh besar dan tingginya pun tersungkur setelah bertubi-tubi di tembak senapan mesin anggota sindikat Dutch Schultz.

Tapi para anggota sindikat penasaran,,,,di mana Bumpy Johnson?

,,,Tiba-tiba saja dari dalam persembunyiannya di mobil dengan melindungi Madame Q, Bumpy Johnson menembakkan pestolnya.

Kemudian dari tangan satu anggota sindikat, Bumpy Johnson mengambil senapan mesinnya kemudian gantian menembaki anggota sindikat. Menyusul anggota Madame Q membantunya.

Hingga gantian banyak anggota sindikat Dutch Schultz berjatuhan. Termasuk polisi anggota sindikatnya. Semua habis terbantai di tengah jalan di kota Harlem.

Di balik mobil dan kepulan asap, Surosena melihat peristiwa dari balik dinding sudut kota.

Bumpy Johnson mulai membalas main kasar akibat di khianati duluan

Bumpy Johnson bersama saudaranya mulai beraksi melakukan pembalasan. Uang-uang hasil usaha, atau monopoli lotere undiannya Dutch Schultz di rampoknya di segenap penjuru kota Harlem.

Bahkan perusahaan miras milik Dutch Schultz turut di rampok. Uang dari hasil usahanya Dutch Schultz di segenap Harlem banyak raib di kuras oleh Bumpy Johnson dan saudaranya. Uangnya kemudian di bagi-bagikan buat warga miskin sebangsanya di  segenap penjuru Harlem.  Sebagian di ambil Bumpy Johnson dan saudaranya. Termasuk buat Bumpy Johnson dan saudaranya berkencan dengan kekasihnya.

Bahkan di pakai Bumpy Johnson menikahi kekasihnya.

Sebagian di pakainya untuk mengembangkan bisnis undian lotere. Karena warga juga di bantu daya ekonominya, banyak warga Harlem yang bersimpati mendukung usaha Bumpy Johnson dengan sukarela.

Hingga bisnis undian loterenya jadi yang  berganti menguasai kota Harlem.

Harlem
Harlem (Photo credit: thomaswanhoff)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s