54. Pamalayu Kertanegara menghadapi ekspedisi penjajahan Mongol Kubilai Khan

Jengis Khan telah memimpin bangsa nomaden Mongol hampir menguasai seluruh Asia ( di bagian utara).

Pemimpin pahlawan bangsa Mongol yang juga terkenal bengis ini kemudian mangkat. Kedudukannya di gantikan puteranya Kubilai Khan. Kubilai Khan kemudian memindahkan istana ibukotanya di kota yang di namai Khanbalik, di Cina ( kemudian menjadi Peking). Dan putera Jengis Khan lainnya, Timurlang tetap di Mongol.

Mongolie.Oulan-Bator, place Soukhe-Bator;Statu...

Mongolie.Oulan-Bator, place Soukhe-Bator;Statue de Kubilaï Khan,petit- fils de Gengis Khan (Photo credit: Antoine 49)

Dali.Stèle commémorant la coquête du Yunnan pa...

Dali.Stèle commémorant la coquête du Yunnan par Kubilai Khan.4 (Photo credit: Antoine 49)

Dari Kaisar Kubilai Khan membangun kota Khanbalik dengan megah. Karena Kubilai Khan juga sangat menyukai budaya Cina, kota Khanbalik di bangun dengan gaya arsitektur Cina.

KEDATANGAN MARCOPOLO KE PERLAK

Kekuasaan kekaisaran Romawi yang semakin surut, juga menghadapi ancaman pasukan nomaden di sekitarnya. Yaitu pasukan Hun dan pasukan Mongol. Pasukan Mongol ini yang paling berbahaya.

English: Polo brothers in the court of Kubilai...

English: Polo brothers in the court of Kubilai Khan. Khan gives them a tablet (paiza). Français : Frères Polo à la cour de Kubilai Khan. Khan donnant une tablette (paiza) aux Polo. Русский: Братья Поло при дворе Хубилая. Хан даёт им «дощечку» (пайцза). (Photo credit: Wikipedia)

Kublai Khan accepts gifts of the Venetians

Kublai Khan accepts gifts of the Venetians (Photo credit: Wikipedia)

EKSPANSI-EKSPANSI KETURUNAN JENGIS KHAN

Timurlang tetap memimpin pasukan nomaden Mongol, melakukan ekspedisi militer ke sekitar Timur tengah dan wilayah Sovyet-Rusia.

Dan Kubilai Khan melakukan ekspedisi militer hingga ke Korea, Jepang, dan Asia Tenggara, bahkan ke ibukota kerajaan Abbasiyah, Bagdad. Hampir seluruh wilayah daratan di kuasainya, kecuali negara kepulauan Indonesia dan Jepang yang tercatat di sejarah lampau mampu mengalahkan pasukan Mongolnya yang belum pernah terkalahkan sebelumnya.

 

EKSPEDISI MILITER MONGOL KE JEPANG

Kubilai Khan mempersiapkan pembangunan kapal-kapal dan artileri di pelabuhan Cina. Tujuannya untuk menggempur Jepang.

Bahkan ahli sejarah dari Jepang memberitahukan, bahwa telah terdapat sejenis bom tangan, yang pada masanya belum tercipta di dunia.

Dan Jepang juga mengumpulkan para pendekar Samurai di pesisir pantai, untuk menahan gempuran masuknya pasukan Mongol ke darat.

Pertempuran sengit sempat terjadi di pesisir Jepang, bahkan hingga berhari-hari.

Tapi tiba-tiba badai laut tsunami datang.

Pasukan Jepang mendapatkan hilangnya misterius pasukan Mongol. Juga kapal-kapal Mongol yang tadinya nampak banyak mengepung di pantai Jepang.

Kemudian yang nampak sisa dari bangkai kapal Mongol yang telah hancur dan terombang-ambing. Bom tangan dan alat pelontarnya belum sempat terpakai karena basah.

KUBILAI KHAN MENGIRIMKAN EKSPEDISI MILITER KE BAGHDAD

KERAJAAN-KERAJAAN KEKERABATAN MELEPASKAN IKATAN DARI KEKUASAAN ABBASIYAH DI BAGHDAD YANG TELAH DI AMBIL MONGOL

KERAJAAN MESIR MAMLUK

KERAJAAN MAMLUK KALAH PERANG PERTAMANYA DENGAN MONGOL

KERAJAAN AFGANISTAN

Watching

Watching (Photo credit: mgjefferies)

PRABHU SINGOSARI, KERTANEGARA MENCANANGKAN PAMALAYU UNTUK MENAHAN MASUKNYA EKSPEDISI MILITER MONGOL KE ASIA TENGGARA

Puncak kejayaan Singosari adalah di masa Prabhu Kertanegara. Tapi beliau juga mesti menghadapi ancaman dari ekspedisi militer Mongol Kubilai Khan yang mulai memasuki Asia Tenggara.

Kertanegara pun menjalin hubungan dengan Raja-raja seAsia Tenggara. Bahkan Prabhu hingga menikahkan anaknya dengan anak Prabhu Kamboja. Maka bukan tidak mungkin, putera mahkota Raja Kamboja kemudian juga peranakan Prabhu Singosari. Seperti kemiripan kedekatan wajah mantan Presiden Soeharto ( yang juga turunan ningrat Mataram), dengan Raja Norodom Sihanouk, di masa orba.

Pasukan Singosari di berangkatkan dan mendarat di Kampar. Tibanya pasukan Singosari di Kampar juga menandai wilayah tersebut di ambil alih di kuasai  Singosari.

Kertanegara juga telah mengontak Sultan Samudera Pase dan Raja besar Suwarnadwipa di masa itu, Prabhu Sriwijaya Dharmasraya.

Prabhu Kertanegara mengirimkan utusannya Mahamantri dengan pengiring ke Prabhu Sriwijaya. Bahkan Prabhu Kertanegara juga menitipkan kiriman cenderamata arca Joko Dolog.

Utusan dan cenderamata Prabhu Kertanegara di terima oleh Prabhu Sriwijaya. Bahkan Prabhu Sriwijaya mengirimkan balasan hadiah 2 puteri-puteri cantiknya, Dara Petak dan Dara Jingga untuk di titipkan pada Prabhu Kertanegara. Prabhu Sriwijaya lebih suka jika Nusantara di kuasai sesama bumiputera.

Kaisar Kubilai Khan kaget mendengar laporan dari mata-matanya, bahwa petugas jaga di semenanjung Melayu telah berubah, juga di jaga oleh tambahan pasukan Jawa. Ia juga mendengar bahwa Semenanjung Melayu telah di kuasai Prabhu Jawa.

Membuat Kaisar Kubilai Khan mengirimkan utusannya Meng-Khi ke Jawa.

Tutur Tinular

Kerajaan Kediri merencanakan pengkhianatan pada Singosari

Prabhu Jayakatwang dengan puteranya Raden Ardharaja telah lama berkomplot untuk memberontak pada Singosari. Bahkan Raden Ardharaja telah masuk di terima di keluarga Prabhu Kertanegara sebagai menantunya, di samping Raden Wijaya, putera Mahisa Wonga Teleng dari Ken Umang. Tapi bangsawan Kediri, sebagai kelompok bangsawan Jawa lebih tua  keturunan Dharmawangsa tetap tidak terima menjadi bawahan Singosari.

Sejak peristiwa Ken Arok, Kediri tidak terima kerajaannya menjadi bawahan Singosari. Prabhu Jayakatwang juga berkomplot dengan siapa yang di sebut kelompok pendekar pasangan aliran hitam pembuat onar di wilayah Singosari.

Bahkan Ketua pasangan Pendekar aliran hitam pernah berduel dengan senopati Singosari, Ranggalawe, dan membuatnya terluka dalam. Tapi Ranggalawe pun juga membuat isteri Pendekar aliran hitam terluka dalam. Ranggalawe terdesak ketika beradu ilmu tenaga dalam dengan suaminya. Dan menderita luka dalam. Raden Wijaya yang bersamanya memiliki ilmu kanuragan di bawah Ranggalawe juga nampak kepayahan dan menderita luka dalam.

Kebetulan lewat Pendekar Arya Kamandanu membantu senopati Ranggalawe. Pasangan pendekar sakti aliran hitam kabur. Ranggalawe jadi terselamatkan.

Tak di sengaja, orang-orangnya Meng-Khi mendengar percakapan Pasangan Pendekar hitam.  Pasangan Pendekar hitam sedang membincangkan untuk mencuri senjata keris pedang pusaka buatan Empu sakti Pendekar Jawa, yang merupakan senjata keris pedang pusaka terhebat di Jawa masa itu. Kini senjata keris pedang juga masih terdapat pembuatannya di Sumedang.

Pendekar hitam mengetahui ada yang mendengar percakapan mereka. Beberapa di antara mereka tewas terbunuh lemparan keris paku Pendekar hitam. Salah satunya lolos.

Mata-mata Mengkhi melaporkan pendengarannya pada Mengkhi.

Meng-khi pun mempersiapkan orang-orangnya untuk menculik Sang Empu.

Kakaknya Arya Kamandanu yang jahat dan menjadi gila akibat mendapatkan ilmu siluman secara tak sengaja, berada di lokasi orang-orang Meng-Khi hendak menculik Empu Guru Arya Kamandanu.

Dan bertarung untuk mengadu ilmu dengan Empu Guru Arya Kamandanu. Empu Guru yang sudah berusia tua kalah jajak adu tenaga dalam. Dalam keadaan terluka dalam sempat melarikan diri, namun karena lemah, tidak mampu melawan ketika di bokong oleh orang-orangnya Meng-Khi yang segera memberinya obat bius dari Cina.

Mengkhi mendatangi Prabhu Kertanegara

Utusan Kubilai Khan, Mengkhi menyampaikan surat dari Kaisarnya. Menyatakan, bahwa sejak saat itu, Prabhu Singosari mesti tunduk pada Kaisar Mongol, Kubilai Khan. Sebagai tanda tunduk, mesti membayarkan upeti pada Kaisar Kubilai Khan atau Mongol akan mengirim armadanya menggempur Jawa.

Prabhu Kertanegara kemudian menghampiri Mengkhi. Keris dari sarungnya seketika menyabet sekitar wajah Mengkhi. Mengkhi langsung menjerit perih kesakitan.

Prabhu Kertanegara mengatakan pada Mengkhi, Sampaikan demikian pada majikanmu. Negeriku akan melawanmu, jika tujuannya menjajah.

Mengkhi balik dengan cenderamata ukiran cacat wajahnya menghadap Kaisar Kubilai Khan

Kaisar Kubilai Khan menunggu kabar dari baliknya utusannya. Kemudian Mengkhi datang dengan cadar menutupi wajahnya. Kaisar Kubilai Khan bertanya kenapa wajahmu di tutup cadar? Kemudian penutup cadar di buka, dan Kaisar Kubilai Khan melihat wajah Mengkhi terukir bekas sayatan luka besar.

Mengkhi pun sambil menjawab,”,,,ini pesan baliknya.”  Kubilai Khan menjadi murka.

Tapi kemurkaan Kaisar Kubilai Khan di timpali Meng-Khi dengan memanggil anak buahnya yang berhasil menculik Empu sakti Jawa.

Empu sakti Jawa di jebloskan ke penjara. Di penjara di paksa membuat keris pedang pusaka terhebat untuk kekaisaran Kubilai Khan.

Sepasang pendekar Cina dari bangsa Han asli pribumi Cina, mendengar hal Empu Jawa di paksa membuat senjata pusaka yang hebat untuk kekaisaran Mongol.

Walau negerinya telah di duduki dan di jajah bangsa Mongol. Justru bangsa Cina tetap melakukan pergerakan untuk memerdekaan kembali negerinya dari penjajahan.

Pasangan pendekar Cina pun menyusun rencana untuk membebaskannya.

Persiapan ekspedisi militer tentara Kubilai-Khan

Segera saja segenap perwira militer Mongol di kumpulkan. Persiapan untuk menggempur Jawa menjadi agenda utama Mongol waktu itu.

Ketika pasukan Mongol sedang sibuk konsentrasi menyusun persiapan ekspedisi militer ke Jawa, pasangan pendekar Cina menyusup ke penjara tempat Empu Jawa berada.

Pasangan pendekar pun menjatuhkan beberapa tentara jaga Mongol. Mereka pun masuk dengan menyamar sebagai tentara Mongol.

Setiba di dekat jeruji sel, pendekar Cina merobohkan penjaga di sel Empu Jawa. Kemudian setelah menemukan kunci sel, masuk ke arah Empu Jawa.

Dan nampak Empu Jawa dalam keadaan sakit di bopong oleh pasangan pendekar Cina.

Empu Jawa juga menunjukkan ke arah bungkusan hitam, minta tolong supaya pasangan pendekar Cina juga turut membawanya.

Pasangan pendekar Cina segera membawanya keluar dari penjara Mongol.

Namun, tentara jaga yang siuman segera membunyikan tanda bahaya.

Pasangan pendekar Cina terpaksa melarikan diri dengan di kejar pasukan Mongol.

Dalam pengejaran, pasangan pendekar Cina dan Empu juga mengibas-ngibaskan tangannya dari sekumpulan serangan panah tentara Mongol sambil berkuda.

Walau tentara Mongol terkenal sebagai pemanah ulung sambil berkuda, tapi serangan panah ratusan tentara Mongol belum dapat mengenai tiga pendekar yang di kejarnya.

Sampai mendekati lembah, pasangan pendekar berpisah.

Kebetulan tentara Mongol juga belum mengetahui wilayah tersebut.

Memasuki lembah, Empu Jawa merobohkan salah satu pasukan Mongol dan mengambil kudanya. Hingga kini dengan pendekar perempuan sama-sama mengendarai masing-masing kudanya.

Kemudian mereka pun bertemu di suatu desa.

Di penginapan yang juga kenalannya pasangan pendekar, Empu Jawa mengatakan mesti memberikan keris pedang pusaka pada muridnya, Arya Kamandanu di Jawa.

Permintaan Empu Jawa juga membuat pasangan pendekar kesulitan memikirkan bagaimana dapat lolos dari pasukan Mongol untuk pergi ke Jawa.

Sementara di penjuru Cina telah terpampang gambar-gambar wajah mereka sebagai buronan kekaisaran Mongol.

Tapi  mereka juga iba melihat Empu Jawa yang juga nampak rindu kampung halamannya.

Menuju pelabuhan untuk ke Jawa

Penyerangan Kediri

Prabhu Jayakatwang dan puteranya Raden Ardharaja mempersiapkan pasukan Kediri untuk menjalankan rencana yang telah lama di susun untuk penyerangan ke Singosari.

Pasukan Kediri akan di bagi 2, satunya untuk pengalihan.

Singosari memang terkecoh oleh siasat Kediri. Prabhu Kertanegara menerima saja laporan Raden Ardharaja akan bahaya serangan dari arah utara. Walaupun Raden Wijaya telah curiga juga, serangan dari utara cuma pancingan.

Di dalam istana, Prabhu Kertanagera dan para pembesar Singosari menjalankan upacara agama Hindu aliran Tantrayana ( campuran Hindu-Budha)

 

 

 

 

 

Prabhu Kertanegara di bunuh Prabhu Jayakatwang sebagai balas dendam Prabhu Kertajaya di bunuh oleh Ken Arok

 

 

 

 

 

Pemakaman Prabhu Kertanegara di candi Singosari di bunuh oleh saudaranya sendiri bukan oleh penjajah Mongol

 

Candi Singosari

Candi Singosari (Photo credit: mgjefferies)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s