45e. Nabi Muhammad SAW., mendapatkan wahyu kenabian pertamanya,”Iqro, Bacalah”

Beliau Muhammad SAW., mulai bekerja pada pengusaha cantik dan kaya, Siti Khodijah (radiyalloHu ‘anHu). Siti Khodijah ra., juga termasuk golongan bangsawan tinggi pula di kota Mekah.  Siti Khodijah ra., juga telah memeluk agama Nasrani.

The Nasrani Menorah also known as the Mar Thom...

The Nasrani Menorah also known as the Mar Thoma sliba (Photo credit: Wikipedia)

Bahkan Siti Khodijah ra., termasuk wanita penghafal kitab Nasrani, Injil. Beliau termasuk wanita cendekiawan di bidang agama juga sebagai pengusaha. Sebagai kebiasaan wanita terhormat  dan keaslian budaya Nasrani di waktu itu, beliau juga telah  mengenakan busana hijab. Mengenakan kudung di kepala hingga menutupi sekujur auratnya dari dada hingga ujung tumit kaki.

Siti Khodijah ra., juga wanita tercantik dan publik figur di kota Mekah, banyak pria-pria Arab hingga Yahudi dari berbagai penjuru, bahkan kaya-kaya di antaranya pernah melamarnya, namun kesemuanya di tolaknya.

Tapi justru berbeda hatinya yang tertambat khusus pada pemuda yatim miskin, Muhammad (SAW.,), yang sederhana saja kesehariannya. Tapi akhlak baik beliau Muhammad SAW., juga memikat wanita kembang istimewa kota Mekah ini.

Ialah Siti Khodijah ra., yang melamar beliau Muhammad (SAW.,). Dan beliau Muhammad SAW., menerimanya.  Tentu saja membuat Khodijah sangat gembira. Buat beliau Muhammad SAW., Siti Khodjah ra., ialah wanita yang paling di cintainya, dan ALLOH SWT., memberitahukan pada Nabi SAW., tempat kedudukan Siti Khodijah ra., yang sangat teristimewa di surga, bahkan mendapatkan rumah istana di surga. Kedudukannya bahkan melebihi Siti Maryam ra.

Di usianya ke 25 tahun, beliau Muhammad SAW., menikah dengan Siti Khodijah ra.

Pada masa orba, sempat tercetus pencanangan program usia pernikahan ideal adalah di usia ke-25 tahun. Kemudian juga di sertakan program KB ( Keluarga Berencana). Di susul program imunisasi, suntik anti Cacar air pada anak-anak, pemberian susu Milo gratis dari Unicef di sekolah-sekolah dasar ( program 4 sehat lima sempurna anak minum susu),  pengadaan puskesmas, di susul pengadaan generik/ obat murah buat rakyat.

UNICEF

UNICEF (Photo credit: Wikipedia)

Dari pernikahannya dengan Nabi Muhammad SAW., Khodijah ra., berketurunan : Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum, dan Fatimah (ra.,). Dan dua putera : Qosim dan Abdulah.

Khodijah merasa bahagia dengan kehadiran Muhammad ( SAW.,) sebagai suaminya, Muhammad (SAW.,) juga bahagia dengan Khodijah (ra.,) sebagai isterinya. Pasangan Muhammad (SAW.,) dan Khodijah ( ra.,) merupakan pasangan ideal dari sisi kebahagiaannya.

Khodijah (ra.,) menggunakan seluruh hartanya untuk kepentingan Muhammad ( SAW.,) karena merasa telah mengurangi waktunya beribadah di Gua Hira.

Walaupun demikian, sebenarnya, semuanya itu tidak mengganggu kegiatan ibadahnya di Gua Hira.

Keperihatinan beliau Muhammad SAW., pada keadaan pemerintahan bangsa negaranya

Beliau Muhammad SAW., juga perihatin dan kecewa melihat perkembangan situasi di kota Mekah sepeninggal di pimpin kakeknya, Abdul Mutholib.

Kota Mekah semakin kacau, dan di liputi suasana maraknya kejahatan, dan kebiadaban di antara bangsanya, Arab. Mekah memasuki masa kegelapan. Hingga bangsa Arab karena saking terkenal dengan kebiadabannya juga di juluki Jahiliyah ( jahat dan biadab).

Atau dengan peninggalan istilah salome, satu lobang rame-rame.

Pada waktu itu di kebiasaan sebagian orang Arab, satu perempuan bisa punya lebih dari satu suami (poliandri).

Dan kebiasaan biadab sebagian lelaki arab, tidak suka mempunyai keturunan anak perempuan. Bahkan jika lahir anaknya perempuan, maka di kuburnya hidup-hidup.

Dan budaya jahat sebagian orang Arab, sebagai majikan juga memiliki budak atau hamba sahaya. Dulu pembantu di perlakukan seperti budak/ hamba sahaya. Bahkan dapat di perlakukan semena-mena di cambuk atau di aniaya.

Budaya-budaya jahat masa kegelapan ini justru muncul di masa sepeninggal kepemimpinan kakeknya beliau Muhammad SAW., Abdul Mutholib.

Dan beliau Muhammad SAW., juga perihatin melihat kebiasaan orang Arab yang memuja patung-patung Lata dan ‘Uzza.

Muhammad ( SAW.,) menghabiskan seluruh waktunya untuk beribadah di Gua Hira pada bulan Romadhon. Di sana ia beribadah dan merenung tentang ALLOH. Pada suatu hari di bulan Romadhon, Jibril mendatangi Muhammad (SAW.,) di tempat ibadahnya.

“Hai Muhammad!,”  Jibril memanggilnya.

Muhammad (SAW.,) terkejut ketika melihat Jibril datang dalam bentuk aslinya. Hampir saja Muhammad (SAW.,) melarikan diri.

Tapi Jibril menenangkan dan merangkulnya lalu berkata:

“Bacalah Muhammad !”

“Saya tidak bisa membaca,” jawab Muhammad SAW.

Jibril merangkulnya dan memeluknya lagi, dan mengulangi perintahnya:

“Bacalah Muhammad !”

“Saya tidak bisa membacanya.” Muhammad (SAW.,) mengulangi jawabannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s