45d. Beliau Muhammad (SAW)., ketika di ajak berdagang pamannya ke Syam bertemu Rahib Yahudi mengatakannya sebagai Nabi penutup yang di maksud ALLOH SWT

Di usianya yang sangat tua, kakek Abdul Mutholib wafat.

Segenap penduduk Mekah sangat berduka cita kehilangan pemimpinnya yang telah lama memelihara pemerintahan yang baik, rendah hati, menolong, bermanfaat, dan berlaku adil. Dan sebagai penerus teladan Qushai, pahlawan kota Mekah.

Bahkan sejak sepeninggal Abdul Mutholib, sempat terjadi kekacauan di kota Mekah. Hingga kota Mekah malah menjatuhkan pemberian tampuk pemimpin pada Abu Jahal, masih kemenakan dari Abdul Mutholib, atau pamannya beliau Muhammad (SAW.,).

Seperti di sejarah Demak, bahkan pamanpun malahan ketika menjadi pemimpin malah menyalahgunakan kekuasaan menciptakan pemerintahan semena-mena, manipulatif, korupsi, kejahatan, tirani. Contoh Arya Penangsang. Atau seperti contoh kontroversi pada  encing ( sebutan paman/mamang bahasa Betawi/Sunda ) Gubernur Foke. Malahan juga bisa berkhianat pada jatah penghidupan layak hak istimewa keponakannya sendiri sebagai putera mahkota langsung kotanya, seperti pada segenap warga kotanya.

Realitas jaman kadang seperti elemen seni, ada repetisi/ pengulangan.

Abu Tholib, masih anak kemenakan Abdul Mutholib mengambil alih menjadi Wali asuh Muhammad (SAW).

Abu Mutholib pada suatu hari mengajak beliau Muhammad SAW., berdagang ke kota Syam. Pekerjaan Abu Tholib adalah pedagang. Dan waktu itu kota Syam adalah pusat kota perdagangan yang paling berkembang di sekitar Timur tengah.

Beliau Muhammad (SAW.,) turut membantu pekerjaan pamannya berdagang di kota Syam.

Sepulang dari Syam, rombongan Abu Tholib dan Muhammad (SAW.,) bertemu Rahib Yahudi.

Rahib Yahudi tersebut bernama Buhaira. Rahib Buhaira tiba-tiba menghampiri beliau Muhammad (SAW.,).

Dan Rahib Buhaira memperhatikan beliau Muhammad (SAW.,) dari ujung kepala hingga ujung kaki. Kemudian berkata takjub,” Tidak salah lagi, inilah Nabiyalloh teristimewa penutup nabi-nabi yang di maksud ALLOH SWT.”

Salam untukmu Nabiyaloh !, Rahib Buhaira juga mengucapkan sholawat menjunjung pada beliau Muhammad (SAW.,).

Abu Tholib jadi makin sayang dan menjaga beliau Muhammad (SAW.,). Kemudian melanjutkan perjalanan kembali ke Mekah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s